• Arsip

  • Kategori

Sistem Pendidikan Nasional Belum Menjawab Masalah Pengangguran

By admin
Tuesday, March 04, 2008 23:19:00 Clicks: 7

Selasa, 04 Maret 2008 23:19 WIB

Sistem Pendidikan Nasional Belum Menjawab Masalah Pengangguran
Penulis: Sidik Pramono

JAKARTA–MI: Sistem pendidikan nasional (sisdiknas) belum menjawab permasalahan pengangguran di Indonesia. Pasalnya, kebijakan pendidikan selama ini, hanya diarahkan pada output oriented.

Untuk itu, sistem pendidikan nasional yang ada saat ini, harus direformasi menjadi job oriented, ungkap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno kepada pers seusai meraih gelar doktoral pada program manajemen pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Selasa (4/3).

Erman mengatakan, dengan cara mereformasi kebijakan pendidikan menjadi job oriented, maka masalah pengangguran tidak hanya diminimalisir melalui sisi hilir (penyediaan lapangan pekerjaan), tetapi juga dari sisi hulu (sistem pendidikan nasional).

Hal itu, menurut Erman, dapat dilakukan dengan cara merubah paradigma kebijakan, khususnya terkait dengan keberadaan sekolah lanjutan tingkat atas. Yakni, ke depan perlu mengurangi jumlah sekolah menengah umum, namun di sisi lain meningkatkan jumlah sekolah menengah kejuruan, ujar Erman.

Dalam hal ini pula, ujar Erman, Depnakertrans telah menjajaki kerja sama dengan Depdiknas, agar keberadaan sekolah lanjutan tingkat atas itu, dapat segera direalisasikan dalam jangka panjang.

Kendati demikian, Erman mengingatkan, arah sekolah menengah kejuruan itu harus disesuaiakan dengan visi dan misi pembangunan ekonomi bangsa Indonesia ke depan. Misalnya memprioritaskan pada bidang pertanian, perkebunan, ataupun kelautan.

Pada bidang pertanian misalnya, peserta didik diarahkan dalam mengatasi komoditas pangan yang akhir-akhir ini relatif impor. Kemudian, pada bidang perkebunan, bagaimana menyiapkan tenaga penyuluhan, agar lahan-lahan yang gundul dapat ditanami, jelas Erman.

Selain itu, lanjut Erman, pelayanan satu atap juga sangat diperlukan, terkait dengan kurangnya informasi lapangan pekerjaan dan keterampilan yang memadai, terutama bagi peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan formal, non formal, maupun informal.

Dalam hal ini pula, Depnakertrans telah melakukan kerja sama dengan Depdiknas dan para users (Kadin, asosiasi pengusaha, dan sektor kewirausahaan), melalui program 3 in 1, sebagai solusi mengatasi jumlah pengangguran dari sisi hilir, ujar Erman.

Pada program 3 in 1 yang pada 2008 ditargetkan menyerap 2,5 juta lulusan itu, Erman menjelaskan, sektor yang akan menjadi prioritas antara lain, sektor jasa, sektor pertanian, dan sektor industri.

Mekanismenya, lulusan akan langsung dilayani BLK-BLK (Balai Latihan Kerja), dinas pendidikan setempat, serta membuka kios-kios di universitas, yang memberikan pelayanan informasi lowongan pekerjaan, ataupun informasi pendidikan dan pelatihan yang diadakan untuk menambah kompetensi, jelas Erman.(Dik/OL-03)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.